Jumat, 28 Juni 2013

sowing and reaping

dalam melakukan apapun, memang sebaiknya dilakukan dengan tulus hati dan dengan sepenuh hati, tanpa mempedulikan apa yang didapat, tanpa mempedulikan apa kata orang mengenai hasil kerja kita.

baru-baru ini aku mengalaminya. and the story goes ...

aku memilih untuk mengambil jalan tersebut. oh, memang beberapa orang sudah mengingatkan aku sebelum akhirnya aku bertekad menjalaninya. tapi tetap, aku memilih jalan tersebut dengan hati, bukan karena terpaksa. dan karena itu pilihanku, maka aku menjalaninya dengan tulus. sama sekali ngga ada maksud-maksud tertentu, tulus dan apa adanya, sepenuh hati, melangkah untuk mencapai tujuan yang telah disepakati di awal.

but sometimes things just cannot run as what we want, so did my journey. mulai muncul bibit ketidakjelasan, mulai muncul bibit ketidakberesan. puncaknya, perjalanan yang baru dimulai harus diakhiri meski belum sampai ke tujuan yang diharapkan.


yeah, this is life. cruel, complicated, cute :). sometimes we have to step back to re-collect our things so we can start another journey. lantas, gimana dengan jalan yang sudah sempat dilewati tadi?


biarlah itu menjadi jalan kenangan. 
ketika aku melewatinya, aku sudah sambil menabur apa yang menurutku baik. ada bibit ketulusan yang kutabur, ada bibit kerelaan, ada bibit totalitas, ada bibit kesepenuhhatian, dan mungkin bibit-bibit yang lain. tinggal tunggu waktu untuk menuai hasil taburan aja kok. pasti akan tiba waktu untukku.

and I think life is just about sowing and reaping. what we sow will be reaped by us, too.


pertanyaannya sekarang: apa yang sudah kita tabur selama ini?


Cheers!
to God be the glory
GbU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar