Jumat, 28 Juni 2013

h o p e

h o p e

satu kata yang terdiri dari empat huruf. satu kata yang dapat diartikan dengan banyak cara namun pada intinya tetap sama. satu kata yang mengungkapkan banyak hal, namun secara pasti menjadi alasan untuk tetap bertahan hidup: harapan.

ada banyak cerita dari tokoh Alkitab yang mengisahkan bagaimana mereka berharap akan sesuatu pada Tuhan, bagaimana perjalanan mereka dalam pelajaran bernama harapan. let's see some of them...

1. Abraham
bicara tentang Abraham tidak bisa dilepaskan dari janji Allah akan keturunan. see, Abraham sudah 90 tahun ketika dia mendapat janji itu, bahkan istrinya sudah mati haid. secara manusia, Abraham sudah tidak memiliki dasar untuk menggantungkan harapannya, sudah tidak ada dasar untuk percaya, namun dia berharap juga.
hasilnya? meski sedikit berliku, tapi Abraham menuai apa yang dia tabur. Abraham menanti dengan sabar, dengan terus percaya, dan Ishak pun lahir di masa tuanya.

2. Hizkia
Raja Hizkia sakit! dan waktunya tidak lama lagi. apa yang dilakukannya? bersedih? menyerah pada penyakitnya? Tidak! Hizkia datang pada Tuhan dan berdoa. dan Tuhan mendengar doanya. Tuhan berikan "bonus" usia dan Hizkia tidak sia-siakan itu. dia lakukan sesuatu untuk Tuhan.

3. Daud
ketika anak hasil perbuatan tidak adilnya sakit, Daud yang begitu hancur hatinya, datang pada Tuhan, berdoa dan memohon agar Tuhan menyembuhkan anaknya. tapi Tuhan berkehendak lain. apa reaksi Daud? menyalahkan Tuhan? bersungut-sungut? sekali-kali tidak. Daud bangkit dan menghibur istrinya. 
sekalipun harapan Daud tidak sama dengan kehendak Tuhan, Daud tetap memuji kebaikan Tuhan, dan kemudian Tuhan beri Salomo untuk Daud.

4. Simeon
Simeon dan Hana menanti-nantikan kedatangan Mesias. mereka tetap setia berdoa, berharp, dan menantikan Yesus sang Mesias. dan mereka pun bertemu Mesias, harapan mereka menjadi penuh dan nyata.


masih ada banyak lagi contoh yang tak tertuliskan di sini.

apa yang bisa kita pelajari dari mereka?
ya, jangan takut untuk berharap. kalaupun nanti harapn itu tidak menjadi nyata, Tuhan pasti sediakan yang lain. ketika keadaan tampak mustahil sekalipun, tetap pertahankan harapan, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. sekalipun begitu, tetap ingat, bahwa Tuhanlah penulis hidup kita. Dia punya skenario yang jauh melebihi apa yang kita doa dan harapkan. rancangan-Nya tak pernah gagal, dan Dia hanya mau memberi yang terbaik buat kita.

terus berharap, dan terus berserah.

cheers!
to God be the glory
GbU

sowing and reaping

dalam melakukan apapun, memang sebaiknya dilakukan dengan tulus hati dan dengan sepenuh hati, tanpa mempedulikan apa yang didapat, tanpa mempedulikan apa kata orang mengenai hasil kerja kita.

baru-baru ini aku mengalaminya. and the story goes ...

aku memilih untuk mengambil jalan tersebut. oh, memang beberapa orang sudah mengingatkan aku sebelum akhirnya aku bertekad menjalaninya. tapi tetap, aku memilih jalan tersebut dengan hati, bukan karena terpaksa. dan karena itu pilihanku, maka aku menjalaninya dengan tulus. sama sekali ngga ada maksud-maksud tertentu, tulus dan apa adanya, sepenuh hati, melangkah untuk mencapai tujuan yang telah disepakati di awal.

but sometimes things just cannot run as what we want, so did my journey. mulai muncul bibit ketidakjelasan, mulai muncul bibit ketidakberesan. puncaknya, perjalanan yang baru dimulai harus diakhiri meski belum sampai ke tujuan yang diharapkan.


yeah, this is life. cruel, complicated, cute :). sometimes we have to step back to re-collect our things so we can start another journey. lantas, gimana dengan jalan yang sudah sempat dilewati tadi?


biarlah itu menjadi jalan kenangan. 
ketika aku melewatinya, aku sudah sambil menabur apa yang menurutku baik. ada bibit ketulusan yang kutabur, ada bibit kerelaan, ada bibit totalitas, ada bibit kesepenuhhatian, dan mungkin bibit-bibit yang lain. tinggal tunggu waktu untuk menuai hasil taburan aja kok. pasti akan tiba waktu untukku.

and I think life is just about sowing and reaping. what we sow will be reaped by us, too.


pertanyaannya sekarang: apa yang sudah kita tabur selama ini?


Cheers!
to God be the glory
GbU

Kamis, 27 Juni 2013

jalan yang tidak rata

ada kalanya hal-hal yang terjadi di sekitar kita, tidak kita harapkan untuk terjadi. atau paling tidak, bukan yang seperti itu yang kita harapkan untuk terjadi.

melihat keegoisan manusia, maunya pasti yang hepi-hepi, yang semuanya berjalan dengan lancar, yang tidak ada halangan berarti. pokoknya jalannya lurus dan mulus ke tujuan.

tapi fakta hidup tidaklah seperti itu. jalan tidak selalu lurus dan mulus. banyak belokan yang ditemui, ada jalan yang ngga rata, ngga jarang ada lubang (that's why I love Indonesia!^^,). see, ngga semudah itu untuk sampai ke tujuan.

ada satu cerita tentang petani kentang di suatu wilayah di Amerika. ketika panen, para petani ini selalu mengumpulkan dan mengelompokkan kentang-kentang yang dipanen. yang besar dengan yang besar, yang sedang dengan yang sejenis, dan yang berukuran kecil pun sejenis. karena mereka terlalu sibuk memisahkan kentang-kentang tersebut, seringnya, kentang-kentang itu tiba di pasar dalam kondisi yang sudah tidak terlalu segar dan baik lagi, karena perjalanan ke pasar jauh dan berliku.

namun ada seorang petani kentang yang tidak berbuat demikian. ketika dia memanen kentang-kentangnya, dia langsung memasukkan kentang-kentang tersebut ke dalam truk untuk dibawa ke pasar, tanpa perlu memisahkan kentang-kentang tersebut berdasarkan ukurannya. tentu saja, apa yang dia lakukan ini menjadi bahan pembicaraan dan ejekan teman-temannya. akan tetapi dia tidak mempedulikannya. dia tetap melanjutkan kebiasaannya itu. 

apa yang terjadi?

kentang-kentangnya bisa sampai di pasar dalam keadaan yang segar, bahkan tidak hancur ketika melewati jalan bergelombang yang tidak rata untuk mencapai pasar!

mengapa demikian?

ternyata, selama perjalanan yang melewati jalan yang tidak rata itu, kentang-kentang tersebut terbagi dengan sendirinya. kentang-kentang yang besar dengan sendirinya akan turun ke bagian dasar, disusul dengan yang berukuran sedang, dan yang kecil-kecil di atas.dan si petani bisa langsung menjual kentang-kentang itu setiba di pasar.


jalan yang tidak rata tidak selamanya berat dan tidak bermanfaat. terkadang kita harus melewatinya supaya kita makin kuat, makin tertanam lagi, makin mengendap lagi. bagaimana kita bisa belajar jika keadaan justru memanjakan kita? bagaimana kita bisa bertumbuh jika kita tidak mengenal tekanan? bagaimana kita bisa dibentuk menjadi lebih baik lagi jika tidak pernah bergesekan?


bersyukur untuk jalan yang tidak rata.
to God be the glory!

Cheers!
GbU

introduction to my Faithologi : ))

Faithologi berasal dari dua kata, yaitu faith dan logos. Faith (eng), sebagaimana yang orang sudah banyak ketahui, berarti iman, sedangkan logos (Yun) berarti kata, pengetahuan. Secara seru, saya pakai istilah faithologi ini untuk menunjukkan isi keseluruhan blog ini: kata atau cerita tentang iman dan hal-hal yang ada di sekelilingnya.

Mengapa begitu?

Karena, menurut saya, iman itu abstrak, tidak bisa dilihat secara kasat mata. Iman itu lebih bicara tentang kondisi atau state seseorang. Iman tidak bisa dinilai, tidak bisa diukur oleh orang lain. Iman itu personal. Urusan seorang pribadi dengan Tuhan-nya.


Banyak cerita tentang iman yang muncul. Baik itu terkait dengan memiliki iman, menumbuhkan iman, memelihara iman, ujian terhadap iman, and many more. Semua pengalaman yang kita alami, pastilah memiliki suatu maksud atau tujuan. Tinggal bagaimana kita memaknainya.


This is what I want to do: share my experiences, hope you can take some lessons from them, enrich yourself, and the last but not the least, to God be the glory.


Cheers!
GbU